JAKARTA, KOMPAS.com - Elite Partai Demokrat mengungkapkan kekecewaannya terhadap partai-partai koalisinya. Kemenangan telak kubu kontra-bailout dalam rapat paripurna, Rabu (3/3/2010) malam, tentu membuat partai pemenang Pemilu 2004 ini harus gigit jari. Pasalnya, mayoritas partai koalisinya, yaitu Golkar, PKS, dan PPP memilih jalan berbeda darinya.
Anggota Dewan Pembina Demokrat Hayono Isman menyatakan tentu saja Demokrat kecewa namun dia menyadari ini sebagai sebuah pembelajaran politik bagi Demokrat. "Kecewa, kecewa, tapi kita belajar dari proses demokrasi, perbedaan pendapat di dalam, bisa berjalan damai," tuturnya usai rapat paripurna.
Untuk menentukan implikasi selanjutnya, Hayono mengatakan fraksi akan menyerahkannya kepada DPP untuk dilakukan evaluasi. Setelah itu, hasilnya akan dilaporkan ke Ketua Dewan Pembina Demokrat.
Mantan Sekjend Demokrat Marzuki Alie yang kini duduk sebagai Ketua DPR RI juga menyampaikan hal serupa. Marzuki merasa prihatin dengan kondisi koalisi dalam pertarungan politik kasus Century. "Saya prihatin saja bahwa ada koalisi yang tidak seirama seiring. Saya prihatin saja. Bahwa ada perbedaan bisa dilihat persamaan, kenapa ini betul-betul berseberangan," katanya.
Menurut Marzuki, seharusnya koalisi bisa berjalan seiring untuk meraih cita-cita dan tujuan bersama. Jika tidak, tentu dapat mengambil langkah semestinya. Seperti apa Pak Marzuki? "Kalau tidak sejalan, silakan menarik menterinya. Silakan saja, kalau mau menarik menterinya, (kami) enggak ada masalah kok," tandasnya.
Kamis, 04 Maret 2010
Demokrat Kecewa dengan Koalisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar