Welcome To Yudas Blog For Update News
loading ...

Jumat, 30 April 2010

Bocor Ginjal, Penyakit Apa Itu?

KOMPAS.com — Penyakit "bocor ginjal" yang diderita oleh Ali Rahmat (5) mengundang simpati banyak pihak. Ali yang kini sudah mendapat penanganan dokter di RSCM Jakarta diberitakan terus menangis kesakitan karena penyakit yang dideritanya. Sebenarnya, penyakit apakah "bocor ginjal" itu?

Istilah "bocor ginjal" sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Mengacu pada kelainan fisik Ali berupa perut yang membesar, kondisi ini menurut Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD, KGH, disebut dengan sindrom nefrotik. "Istilah bocor ginjal itu tidak ada, mungkin itu diberikan oleh dokter yang mendiagnosisnya untuk memudahkan pemahaman saja," paparnya ketika dihubungi Kompas.com.

Sindrom nefrotik bukanlah suatu penyakit. Sindrom ini merupakan suatu kumpulan tanda dan gejala yang sering menyertai berbagai penyakit yang memengaruhi fungsi penyaringan glomerulus ginjal.

Menurut dr Parlin, ada dua penyebab sindrom nefrotik, yakni penyebab primer berupa faktor imunologi dan penyebab sekunder yakni yang terjadi karena diabetes, malaria, atau obat-obatan. "Tanda yang khas dari penyakit ini adalah protein banyak keluar lewat urine sehingga protein dalam darah berkurang. Akibatnya, perut menjadi bengkak, seperti busung lapar," papar ahli ginjal dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM ini.

Sindrom nefrotik bisa mengenai orang dewasa atau anak-anak. Pada anak-anak, gejala ini biasanya terjadi pada usia 3-4 tahun. Sebagian besar anak-anak ini menderita bentuk sindrom nefrotik yang disebut minimal change disease, penyakit dengan perubahan minimal.

Untuk mendiagnosis penyakit ini perlu pemeriksaan darah dan urine. Jika ternyata kadar protein dalam urine tinggi, maka dokter akan menyarankan biopsi (pengambilan sampel kecil jaringan ginjal) untuk memastikan adanya penyebab khusus dan membuat rencana perawatan yang tepat. Namun, biopsi ginjal jarang diperlukan untuk anak-anak.

Selanjutnya, merespons keinginan mulia pembaca yang ingin mengulurkan tangan bagi sesama, Kompas.com membuka rekening untaian kasih untuk Ali Rahmat. Uluran tangan untuk Ali dan keluarga bisa disalurkan melalui rekening:

PT KOMPAS CYBER MEDIA BCA Cabang Gajah Mada Nomor Rekening: 012.3016.529 Mohon beri catatan: untuk Ali Rahmat
Selengkapnya...

Robby: Persib Krisis Pemain

Bandung (ANTARA) - Pelatih Persib Robby Darwis mengaku harus berpikir keras karena timnya sedang krisis pemain saat harus menjamu Persipura dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Siliwangi, Bandung, Minggu (2/5).

"Kami berharap pada Airlangga. Sebagai alternatif, mungkin Atep atau Satoshi ditarik ke depan untuk dipasangkan dengan Airlangga," kata Robby, di Bandung, Jumat, setelah dua striker Persib, Budi Sudarsono dan Cristian Gonzales, dipastikan absen.

Budi absen karena terkena kartu merah saat laga melawan Persitara (28/4), dan "El Loco" Gonzales urung tampil karena terkena akumulasi kartu kuning.

Robby mengatakan, dengan stok pemain yang terbatas tentu sulit untuk mengganti strategi tim, terlebih perubahan komposisi pemain di lini depan dinilainya sangat riskan.

Airlangga mengaku siap tampil meskipun masih mengalami nyeri pada hamstring kiri dan sobek pada jari kakinya.

"Saya memang lagi `on fire`, keleluasaan yang diberikan pelatih membuat saya nyaman dalam mempersiapkan diri. Kepercayaaan ini jangan disia-siakan," kata Ronggo, sapaan akrabnya.

Robby melanjutkan, lini tengah "Maung Bandung" pun tak luput dari krisis. Beberapa penghuni lini tengah kesebelasan itu belum pulih benar kesehatannya, termasuk gelandang Eka Ramdani yang beberapa waktu lalu batal membela Persib dalam laga melawan Persitara karena demam.

"Saya harap masing-masing pemain dapat menjaga kondisi diri sendiri atau berkonsultasi dengan dokter tim tentang kesehatannya," ujar Robby.

Ia pun berharap para pemain yang berlaga pada laga kontra Persipura berkonsentrasi penuh sejak awal hingga akhir pertandingan.

"Sebagai penekanan, kita main 90 menit lebih, setelah mencetak gol jangan sampai kebobolan," kata Robby.
Selengkapnya...

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun

Liputan6.com, New Delhi: Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.

Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Prahlad Jani mengaku telah meninggalkan rumah sejak umur 7 tahun dan hidup sebagai pengembara Sadhu atau orang suci di Rajasthan. Jani disebut sebagai breatharian yang dapat hidup sendiri secara spiritual.

Jani meyakini hidupnya telah ditopang oleh seorang dewi yang menuangkan ramuan gaib melalui langit-langit mulutnya. Pengakuan Jani ini didukung oleh seorang dokter India yang ahli dalam bidang studi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural.

Pihak militer India tampaknya tertarik untuk mempelajari ilmu Prahland Jani dan berharap bisa diterapkan pada anggota pasukannya atau pada korban bencana sebelum bantuan tiba.

"Jika klaim itu bisa diverifikasi, itu akan menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran," kata Dr G. lavazhagan, Direktur Ilmu Fisiologi & Ilmu Terpadu, Institut Pertahanan. "Kita bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi buruk dengan sedikit makanan dan air atau tidak sama sekali" tambahnya

Di India memang sudah menjadi hal yang umum bagi umat Hindu menjalankan puasa tanpa makan dan minum bahkan selama delapan hari penuh. Secara teori, manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 50 hari. (MLA)
Selengkapnya...

Kamis, 29 April 2010

100 Ribu Massa Bakal Turun Ke Jalan

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 100 ribu massa diprediksi akan turun ke jalan untuk memperingati Hari Buruh Dunia, di Jakarta, pada Sabtu (1/5) mendatang.

"100 ribuan jumlah massanya, dari 11 elemen masyarakat," kata Jurubicara Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/4).

Meski massa yang merayakan Hari Buruh Dunia itu mencapai angka ratusan ribu. Namun jumlah personel polisi yang dikerahkan Polda Metro Jaya tetap 15 ribu.

Boy mengharapkan buruh yang merayakan hari buruh, mampu menjaga ketertiban umum dan ketertiban lalu-lintas. "Membawa binatang yang membahayakan ketertiban umum akan dilarang," tegas Boy.

Sementara pengamanan terhadap aksi unjuk rasa juga akan dilakukan. "Kepolisian akan melakukan pengamanan dari titik pemberangkatan, dan tempat yang menjadi titik orasi," tandas dia. [lae/jib]
Selengkapnya...

Buruh Dilarang Ajak 'Sibuya'

INILAH.COM, Jakarta - Dalam peringatan hari buruh dunia, pada Sabtu (1/5) mendatang, massa pengunjuk rasa dilarang mengikutsertakan hewan dalam aksi yang diperkirakan melibatkan massa aksi yang banyak tersebut.

"Membawa binatang yang membahayakan ketertiban umum akan dilarang," kata Jurubicara Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/4).

Boy menjelaskan, penyertaan hewan dalam aksi unjuk rasa dapat mengganggu ketertiban umum. Terlebih titik-titik lokasi unjuk rasa pada peringatan hari tersebut akan berlangsung di pusat keramaian kota.

"Titik yang akan kita amankan di Bundaran HI, DPR, Istana, Jamsostek, dan Kemnakertrans," tutur Boy.

Dia juga mengimbau masyarakat yang hendak melakukan aksi unjuk rasa, menghindari untuk membawa alat peraga aksi yang bersifat mencemarkan nama baik seseorang, termasuk membawa hewan. [lae/jib]
Selengkapnya...

Your Ad Here