Welcome To Yudas Blog For Update News
loading ...

Rabu, 10 Maret 2010

Wajar Pasar Domestik Didominasi Produk China

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Elektronika Indonesia (Gabel) Ali Soebroto Oentaryo menyatakan sangat wajar apabila pasar domestik didominasi produk impor asal China.

"Kondisi sangat wajar, mengingat China telah menjadi sentra produk elektronika dunia, baik untuk komponen maupun produk jadi," kata Ali, di Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Ali mengungkapkan, strategi yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah bagaimana untuk mengalihkan produksi produk elektronika yang dikonsumsi pasar domestik bisa diproduksi di Indonesia.

Hal itu, lanjutnya, dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan sebagai gateway untuk mengembangkan ke industri hulunya manakala kualitasnya juga bisa meningkat.

"Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan technical barrier seperti standar dan persyaratan produk lainnya diperbanyak, seperti label, dan lain sebagainya. Maka, dengan demikian baik merek China, merek lokal maupun merek global akan lebih kompetitif kalau produk elektronikanya diproduksi di indonesia daripada diimpor dalam bentuk barang jadi," ungkap Ali.

Di sisi lain, terkait dengan mulai meningkatnya porsi ekspor Indonesia ke China, Mahendra mengatakan, hal itu memungkinkan China dapat menggeser posisi negara tujuan ekspor yang selama ini dikuasai oleh Jepang.

Berdasarkan data BPS pada Januari 2010, pangsa pasar ekspor ke China menempati posisi kedua dengan presentase 14 persen, sementara Jepang di posisi pertama sebesar 16 persen. “China bisa menggeser posisi Jepang,” tutur Mahendra.

Selain Jepang, lanjutnya, negara lain seperti Belanda, Italia, dan Spanyol juga mengalami penurunan. Berdasarkan data Kemendag, pada Januari 2010, pangsa ekspor nonmigas ke Belanda turun menjadi empat persen dibandingkan Januari 2009, di mana penurunan juga terjadi pada ekspor ke Italia sebesar dua persen, Spanyol yakni dua persen, dan Amerika Serikat yaitu 12 persen.

Sementara pangsa ekspor nonmigas ke Jerman dan Jepang tidak mengalami perubahan yakni tiga persen dan 16 persen. Pada periode yang sama, pangsa ekspor nonmigas ke China, India, dan Korea meningkat masing-masing menjadi 14 persen, 11 persen, dan delapan persen. “Ini menandakan adanya pergeseran dari pasar tradisional ke pasar baru,” papar Mahendra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Your Ad Here