LONDON - Cemburu buta membuat seorang wanita gelap mata. Tidak tanggung-tanggung, akibat kecemburuannya yang memuncak, kekasih wanita tersebut meregang nyawa usai diracun.
Lakhvinder Cheema, pria berkewarganegaraan London, Inggris, tewas setelah beberapa jam sebelumnya memakan kari yang sudah dibubuhi racun. Selain Cheema, tunangannya Gurjeet Choongh juga menjadi korban akibat racun itu, namun ia lebih beruntung meskipun kondisinya saat ini dalam keadaan kritis.
Atas kasus ini, Pengadilan Kriminal Pusat Inggris yang biasa disebut the Old Bailey, mendakwa Lakhvir Singh sebagai pelaku utama kejahatan tersebut. Singh yang kini berusia 45 tahun, merupakan kekasih gelap dari Lakhvinder Cheema yang usianya enam tahun lebih muda darinya. Demikian diberitakan Reuters, Kamis (11/2/2010).
Cheema dan Singh diketahui menjalani hubungan perselingkuhan selama 16 tahun. Singh sendiri diketahui sudah mempunyai suami, yang kini sedang menjalani perawatan atas penyakit kankernya di luar Inggris.
Saat Singh memutuskan pilihannya kepada Cheema dan berniat untuk menikah dan hidup menetap dengannya, ia justru mendengar kabar mengejutkan. Pria yang ia pilih tersebut justru berniat untuk menikahi tunangannya, Gurjeet Choongh, yang berusia lebih muda dari Singh.
Kini rencana pernikahan antara Cheema dan Choongh tersebut akhirnya batal setelah pria itu tewas. Sementara wanita berusia 21 tahun tersebut saat ini masih sakit keras akibat racun berjenis Aconite yang dimasukan kedalam masakan tradisional India itu.
Pihak berwenang Inggris menyatakan, kari itu mengandung zat aconite, jenis racun yang paling kuat di dunia. Tetapi menggunakan aconite sebagai racun, merupakan kasus pertama kalinya terjadi di Inggris sejak 1882.
Kini, Singh harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di penjara. Meski ia dijatuhi bersalah atas melakukan pembunuhan terhadap Cheema, ia beruntung tidak dinyatakan bersalah atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Gurjeet Choongh.
Minggu, 07 Maret 2010
Cemburu, Seorang Wanita Racun Selingkuhannya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar